BLOG

Cara Menjadi QA Engineer

Kamu pernah mengagumi kualitas suatu aplikasi yang tanpa bug? Itu adalah hasil kerja seorang QA engineer. QA engineer (quality assurance) adalah pekerjaan yang tugasnya menjamin kualitas suatu perangkat.

QA engineer berkolaborasi dengan pengembang perangkat lunak untuk memperbaiki kesalahan pada aplikasi.

Mereka sudah bertanggung sejak sebelum aplikasi dirilis. Ia harus menemukan segala kecacatan dalam aplikasi. Tujuannya agar user memiliki pengalaman yang menyenangkan dalam menggunakan aplikasi tersebut.

 

Gaji dan prospek karir QA engineer

Banyak perusahaan berani membayar tinggi QA engineer untuk menjaga konsistensi kualitas aplikasinya. Saat ini, kebutuhaan QA engineer sangat tinggi.

Pada tahun 2029 diperkirakan akan ada 380.390 lowongan kerja untuk QA engineer. Seorang QA engineer junior dapat memiliki gaji hingga 10 juta rupiah. QA engineer senior dapat memiliki gaji 20 juta rupiah.

 

Kelebihan menjadi QA Engineer

 

Tak perlu bisa coding

QA engineer bekerja setelah sebuah perangkat telah selesai dari fase pengembangan. Sehingga, QA engineer tidak membutuhkan keahlian coding. Pekerjaan sebagai QA engineer tidak seteknis pekerjaan seorang pengembang perangkat lunak.

 

Ambang masuk yang rendah

Umumnya, banyak perusahaan memiliki ambang masuk rendah untuk profesi sebagai QA engineer. Sehingga, kamu dapat lebih mudah mendapatkan pekerjaan.

Selain itu profesi QA engineer tergolong baru. Sainganmu masih sedikit. Kamu dapat bekerja sebagai QA engineer meski hanya memiliki pengetahuan umum tentang perangkat lunak.

 

Prospek karir cerah

QA engineer adalah salah satu profesi yang sangat dibutuhkan saat ini. Lowongan kerjanya banyak dan gajinya menggiurkan. Apalagi di dunia yang serba digital seperti sekarang. Perusahaan ingin mengembangkan aplikasi yang berkualitas sehingga mereka sangat membutuhkan bantuan QA engineer.

 

Keahlian yang dapat kamu pelajari dalam waktu singkat

Kamu bukan lulusan teknologi informatika? Atau, kamu belum menguasai pengembangan produk? Bukan masalah, kamu tetap dapat menjadi seorang QA engineer. Kamu dapat mempelajari skill yang dibutuhkan QA engineer dalam waktu singkat.

Kamu dapat belajar dengan menonton tutorial, training, atau ikut kursus. Hanya dalam beberapa bulan saja, kamu sudah siap memulai pekerjaanmu menjadi QA engineer.

 

Skill yang harus kamu miliki sebagai QA engineer

 

Mengelola basis data bug

Sebagai QA engineer, kamu harus mengetahui setiap bug pada perangkat. Oleh karena itu, kamu akan memiliki basis data bug. Bila kamu tetap merilis aplikasi yang masih memiliki bug, ada risiko yang harus kamu tempuh.

 

Familiar dengan tools test management dan bug tracking

Kamu perlu familiar menggunakan tools yang dapat menunjang pekerjaanmu sebagai QA engineer. Untuk bug tracking, beberapa tools yang populer adalah

  • Asana,
  • Marker.io,
  • Jira,
  • Mantis Bug Tracker,
  • dan tools serupa lainnya

 

Sementara itu, tools yang populer untuk test management adalah

  • Github,
  • QAComplete,
  • Version One.

 

Detail dan teliti

Ketika memeriksa kualitas perangkat, tentu saja kamu perlu detail dan teliti. Sebab, kamu bertanggung jawab dengan pengalaman user ketika menggunakan aplikasi. Ketika user tak puas karena banyak bug, artinya kamu masih kurang teliti.

 

Mampu memecahkan masalah

Kamu tak hanya perlu detail dan ketelitian saja. Kamu juga perlu memecahkan masalah bug tersebut. Oleh karena itu, kamu perlu terus berkolaborasi dengan pengembang. 

 

Mampu berdiskusi

QA engineer tidak bekerja sendiri. Tanggung jawabnya erat dengan pengembang perangkat lunak. Kamu perlu memiliki skill komunikasi yang baik. Selain itu, kamu harus mampu berdiskusi dan bernegosiasi.

 

Perbedaan Test engineer, QA engineer, dan QC engineer

Test engineer bertanggung jawab untuk menguji produk sebelum dirilis. Tujuannya agar hasil akhir suatu produk sesuatu dengan standar.

Sementara, QA engineer memastikan bahwa metode, teknik, dan pendekatan dalam mengembangkan perangkat sudah tepat. Sehingga, bug dapat dihindari.

Sebaliknya, QC engineer bekerja dalam proses identifikasi ketika bug sudah ada. Meski memiliki tanggung jawab berbeda ketiga profesi ini berkaitan erat.

 

Siapa yang dapat menjadi QA engineer?

Umumnya, perusahaan mencari kandidat QA engineer dengan pendidikan minimal tingkat sarjana. Namun, hal yang paling penting adalah kamu memiliki skill untuk bekerja sebagai QA engineer. Selama memiliki kemampuan dasar dan mau belajar, kamu dapat bekerja sebagai QA engineer.

 

Bagaimana cara menjadi QA engineer?

  1. Kamu dapat mengikuti kursus, bootcamp, atau training menjadi QA engineer. Ini adalah cara tercepat dan termudah menguasai skill sebagai QA engineer. Sebab, kamu dapat belajar teori dan praktik dengan didukung mentor yang hebat. Dalam beberapa bulan saja, kamu siap mendapatkan pekerjaan pertamamu!
  2. Belajar tentang pengembangan produk. Ada banyak informasi tentang pengembangan produk di Youtube, artikel, maupun forum. Bila kamu belum menguasai secara mendalam, tak masalah. Kamu tetap berpeluang menjadi QA engineer.
  3. Kamu dapat melamar magang atau menjadi pegawai kontrak di perusahaan-perusahaan teknologi. Cari perusahaan yang membuka peluang menjadi QA engineer.
  4. Kamu dapat mencari sertifikasi untuk meningkatkan nilai jual sebagai seorang QA engineer.

 

Gimana, kamu tertarik menjadi QA engineer? Sudah siap bekerja sebagai QA engineer?

SHARE ON:
Pengajar kami
Windiany Lestari Sitorus Test Engineer di Bukalapak
Marcellina Yoanita Chrisdiani QA Engineer di Quipper
Idris Ardi Software Quality Assurance di tiket.com