BLOG

UX Writer: Pelajari Definisi, Kualifikasi, dan Jenjang Kariernya

Kami punya tiga pertanyaan untukmu.

Apakah minggu ini kamu sudah memesan makanan dari aplikasi pesan antar?

Apakah kamu terbiasa berbelanja lewat aplikasi marketplace?

Apakah kamu merasa hari-harimu ada yang kurang saat belum mengecek media sosial?

Jika jawabanmu dari tiga pertanyaan di atas adalah iya. Artinya, kamu sama seperti jutaan orang lainnya yang hidup berdampingan dengan teknologi berupa aplikasi.

Salah satu hal yang membuat seseorang nyaman menggunakan aplikasi tersebut adalah pengalaman positif. Ya, pengalaman positif saat menggunakan aplikasi berupa kemudahan (user friendly).

Kemudahan tersebut berkat informasi yang aplikasi berikan, memudahkan pengguna untuk memahaminya. Salah satu orang yang berjasa dan punya andil untuk memudahkanmu adalah UX Writer.

Apa itu UX Writer? Yuk, cari tahu selengkapnya di artikel ini, ya! Kami akan menjelaskan secara lengkap mulai dari pengertian UX Writer, tanggung jawab dan kualifikasi UX Writer, hingga jenjang kariernya.

Apa Itu UX Writer?

UX Writer atau User Experience Writer adalah orang yang bertugas menulis microcopy pada produk-produk digital. Kami melansir dari Adobe XD, microcopy adalah bagian copy atau tulisan kecil yang ada di website, aplikasi, dan juga produk.

Tugas dari UX Writer adalah meningkatkan user experience dalam menggunakan produk digital tersebut. Siapa saja dapat menjadi UX Writer––termasuk kami––selama mampu menulis dengan jelas, singkat, dan bermanfaat.

ux ui writer

Seorang UX Writer melakukan pekerjaan utamanya, yakni UX writing. UX Writing adalah seni menulis microcopy pada produk-produk digital. Produk digital yang kami maksud seperti

  • aplikasi mobile,
  • website,
  • marketplace,
  • ecommerce,
  • dll.

Kapan Saat Perusahaan Membutuhkan Keahlian UX Writer?

Perusahaan membutuhkan keahlian seorang UX Writer ketika perusahaannya sedang mengembangkan produk digital. UX Writer-lah yang memutuskan tulisan atau teks apa saja yang ada pada menu, tombol, atau label di produk digital.

Contohnya, ketika kamu pertama kali mengunduh aplikasi marketplace. Pada tampilan layar, kamu akan mendapati dua opsi, yaitu

  • sign-up (bergabung) atau

sign-in (masuk).

Kemudian, aplikasi tersebut akan mengalihkan ke halaman home (beranda). Di bagian atas, kamu dapat menemukan search bar (bilah pencarian). Setelahnya, kamu bisa mulai berbelanja dengan mencari produknya yang kamu butuhkan.

Misalnya, ketika kamu mengetikkan kata kunci ‘sabun cuci piring’, maka kamu akan melihat berbagai merek sabun. Saat mengklik salah satunya, aplikasi akan mengalihkanmu ke halaman produk.

Kamu dapat menemukan tombol add to chart (masukkan ke keranjang) atau buy now (beli sekarang). Semua teks yang menuntunmu tersebut adalah tanggung jawab seorang UX Writer.

Keahlian Apa Saja yang Perlu Kamu Pelajari Sebagai UX Writer?

Perusahaan membutuhkan keahlian UX Writer untuk membantunya menciptakan produk digital. Mulai dari tahap pengembangan produk digital hingga peluncurannya. Setelahnya, perusahaan akan selalu membutuhkan pekerjaan seorang UX Writer. Gunanya, untuk memperbaiki atau memperbarui teks yang menyesuaikan fitur terbaru. 

Sebab, tanpa adanya peran UX Writer, perusahaan bakal sulit meningkatkan user experience. Bila perusahaan asal-asalan menulis microcopy-nya, pengguna bisa “tersesat” dalam sebuah aplikasi. Bahkan, pengguna bisa berhenti menggunakan produk digital tersebut.

Nah, untuk menjadi seorang UX Writer profesional, kamu memerlukan beberapa keahlian, di antaranya

Kemampuan Menulis

Ingat, ya! UX Writer atau penulis pengalaman pengguna, pekerjaan utamanya adalah merangkai kata-kata untuk mengarahkan pengguna. Baik untuk membeli sesuatu maupun mengarahkan ketika terjadi error di aplikasi.

Jika kamu belum memiliki latar belakang menulis yang baik, segeralah untuk belajar menulis (writing skill) dari sekarang! Kamu bisa mulai belajar menulis dengan topik yang kamu sukai dan kuasai. Lalu, tuangkan tulisanmu ke dalam media cetak seperti buku, atau media online seperti blog.

ux ui writer

Jika kamu masih malu untuk menerbitkan tulisan, karena

  • masih pemula,
  • takut tulisan jelek,
  • takut komentar netizen,
  • dll.,

ini hal yang biasa. Solusinya, kamu bisa memprivat dulu tulisanmu di dalam blog. Lalu, tunggu beberapa hari sampai kamu siap. Usahakan, perlahan-lahan untuk berani menerbitkan tulisanmu di media online, ya. Hal ini bermanfaat untuk mengasah mentalmu dari komentar pembaca yang beragam.

Oh, ya, UX Writing berbeda dengan kegiatan menulis lainnya, seperti copywriting, content writing, dan lain-lain.

Namun demikian, UX Writing berbeda dengan jenis pekerjaan terkait dengan menulis lain. Bila Anda memiliki pengalaman kerja di bidang pemasaran, copywriting, dan jurnalisme, UX Writing akan melatih Anda untuk melihat kata-kata sebagai bagian dari desain

Membuat Strategi Tulisan

UX Writer haruslah mengetahui kata-kata yang akan kamu buat dan pembaca memahaminya. Artinya, kamu haruslah memahami tujuan dari setiap tulisan yang kamu tulis. Lalu, memasukkan ciri khas, nilai-nilai, dan identitas perusahaan ke dalam tulisan.

Selain itu, kamu perlu berkoordinasi dengan pihak lain seperti desainer. Tujuanya adalah memastikan tulisan memudahkan pembaca memahami pesanmu.

Kemampuan Komunikasi

UX Writer termasuk profesi yang masih banyak orang belum mengenalnya. Alhasil, banyak perusahaan yang membebani profesi ini dengan job desc lainnya. Untuk itulah, kamu perlu mengasah kemampuan berkomunikasi untuk mengenalkan profesi ini.

Selain itu, mengasah kemampuan berkomunikasi juga sangat berguna dalam tim. Mengingat, dalam sebuat tim, seorang UX Writer akan berkoordinasi dengan content strategist, desainer, administrator, dll.

Tanggung Jawab UX Writer

UX Writer bekerja sama dengan UX Designer dalam meningkatkan user experience pada produk digital. UX Writer menghasilkan tulisan, sementara UX Designer menghasilkan elemen-elemen visual.

Kolaborasi 

UX Writer memiliki kewajiban untuk berkolaborasi dengan pihak/profesi lain agar menghasilkan user experience yang positif, seperti

  • UX Designer,
  • UI Designer,
  • Marketing,
  • Product developer,
  • Stakeholder,
  • dan lain-lain.

UX Writer ibaratnya sebagai sebuah “jembatan” yang menghubungkan antara pengguna dengan produk digital. UX Writer juga harus menjembatani antara keuntungan bisnis dan solusi bagi pengguna.

Riset 

UX Writer mengemban tanggung jawab lain, yakni melakukan riset. Ya, UX Writer harus mampu

  • mengidentifikasi masalah pengguna; 
  • memberikan solusi yang efektif; dan
  • menulis microcopy berdasarkan kebutuhan pengguna. 

Selain dengan melakukan riset, seorang UX Writer juga perlu memiliki empati. Artinya, UX Writer perlu berpikir dan merasakan dari sudut pandang pengguna. Hal ini perlu kamu lakukan agar dapat benar-benar memahami kebutuhan pengguna.

Menulis

Tentu saja, kegiatan menulis (writing) menjadi tanggung jawab utama dari UX Writer. UX Writer menulis microcopy yang baik berdasarkan riset dan kolaborasi dengan pihak-pihak terkait. Selain itu, UX Writer hendaknya juga mampu melakukan editing terhadap setiap microcopy. Jadi, pemahaman akan teknis menulis sangatlah penting! 

Kualifikasi UX Writer

Belajar

Menulis adalah keahlian yang perlu kamu asah terus menerus. Oleh karena itu, seorang UX Writer harus selalu belajar meningkatkan kemampuannya menulis microcopy. Cara belajarnya beragam mulai dari

  • mengikuti kursus,
  • menonton tutorial, hingga

ikut pelatihan UX Writing.

Berempati

UX Writer perlu menggunakan empati saat menulis microcopy dari sudut pandang pengguna. Empati kamu butuhkan agar microcopy-mu menjadi solusi bagi pengguna. Inilah alasan mengapa prinsip penulisan microcopy haruslah 

  • clear (jelas),
  • consistent (konsisten),
  • concise (ringkas), dan
  • functional (bermanfaat).

Contoh penerapannya, misalnya dengan

  • menghindari idiom atau kata-kata yang rumit dan bermakna ganda;
  • menghindari penulisan dengan kapital semua;
  • menghindari singkatan; dan
  • menghindari penulisan kalimat negatif.

Berpikir Seperti Desainer

Agar dapat berkolaborasi dengan UX Designer, maka UX Writer perlu memahami pola pikir seorang desainer. UX Designer, selain membuat tampilan visual yg bagus, juga harus memberikan solusi yang jelas bagi pengguna.

Bekerja dengan Tim

UX Writer memerlukan pihak lain untuk menghasilkan produk digital berkualitas. Karena itulah seorang UX Writer perlu mampu bekerja sama dengan tim, berkomunikasi dengan anggota tim, dan bernegosiasi dengan baik. Hal ini bermanfaat agar menghindarkanmu dari kesalahpahaman yang berdampak pada produk digital.

ux ui writer designers

Jenjang Karir UX Writer

Seorang UX Writer yang telah berpengalaman dan memiliki bukti keahlian mumpuni, dapat promosi menjadi Editor UX. Jika hasil kerjamu baik, dapat meningkatkan peluang karir lagi menjadi product manager.

Setelah membaca sampai tuntas, kamu siap jadi UX Writer?

SHARE ON:
Pengajar kami
Jane Palash Senior Content Designer at Shopify
Himawan Pradipta Lead UX Writer at Flip