BLOG

7 Pertanyaan Interview untuk UX Writer yang Perlu Kamu Tahu

Apakah kamu ingin berkarir sebagai UX Writer?

UX Writer adalah orang yang bertanggung jawab menulis microcopy pada produk-produk digital, seperti

  • aplikasi mobile,
  • website,
  • marketplace,
  • ecommerce,
  • dll.

Programmer and UX UI designer working in a software development

Sadarkah kamu! Produk digital yang kamu gunakan sehari-hari, ada campur tangan UX Writer, loh. Nah, jika kamu tertarik dengan profesi UX Writer, kamu dapat bekerja di startup, perusahaan teknologi, dsb. 

UX Writer melakukan sebuah kegiatan, yakni UX Writing. Saat ini, kebutuhan SDM untuk menjadi UX Writer sangatlah tinggi. Kamu dapat menemukan ribuan lowongan kerja sebagai UX Writer di berbagai situs pencari kerja.

Sebelum menjadi UX Writer, kamu perlu mengetahui apa saja pertanyaan interview-nya. Hasilnya, kamu bisa tahu gambaran pertanyaan ketika interview. Lalu, akan memperbesar peluangmu bekerja sebagai UX Writer. Banyak perusahaan menggunakan pertanyaan-pertanyaan ini, untuk untuk mengetahui potensi dan keahlianmu (kandidat).

Nah, berikut ini adalah 7 pertanyaan interview dari perusahaan, khusus untuk kamu yang ingin berkarir menjadi seorang UX Writer.

1. Apa Perbedaan Antara UX Writing, Copywriting, dan Content Writing?

Pewawancara melalui user atau HRD, sering mengajukan pertanyaan ini. Gunanya, untuk mengetahui apakah kamu memahami perbedaan ketiga profesi tersebut atau tidak. Jika kita lihat dari pengertiannya, UX Writing adalah seni menulis microcopy pada produk digital. Tujuannya jelas, untuk meningkatkan user experience. Sedangkan UX Writer adalah orang yang mengerjakan UX Writing.

Seorang UX Writer bekerja dengan tim. Kamu harus berkolaborasi dengan anggota tim lain, mulai dari tahap perencanaan hingga saat produk aktif/berjalan. Tugas dan tanggung jawab seorang UX Writer di luar bagian dari marketing

Content writing adalah penulisan konten yang publikasinya secara digital dan bagian dari strategi marketing. Kamu dapat menemukan contoh content writing pada website, blog, forum, dan lain-lain. Content writing bertujuan untuk memberikan informasi kepada pembaca. Sedangkan, content writer adalah penulisnya.

Copywriting adalah teknik menulis persuasif. Copywriting juga bagian dari strategi marketing. Umumnya, penulisan copy (naskah iklan) bertujuan untuk menjual barang atau jasa. Sedangkan, copywriter adalah penulisnya. 

Baik UX Writing, content writing, maupun copywriting sama-sama membutuhkan writing skills (keahlian menulis). Namun, kamu perlu memahami bahwa ketiga profesi ini berbeda. Tanggung jawab dan kualifikasinya juga berbeda. Kamu perlu menunjukkan kepada pewawancara bahwa kamu memahami perbedaan ketiga profesi ini.

2. Apakah Kamu Memiliki Pengalaman dalam Desain Produk?

Pewawancara mengajukan pertanyaan ini untuk mengetahui kemampuanmu dalam mendesain. Walaupun tanggung jawab UX Writer adalah menulis, tapi UX Writer berada di bawah tim desain. UX Writer bekerja sama dengan UX Designer.

ui ux designer app interface

Selain itu, jika kamu memiliki kemampuan mendesain, hal ini sangat berguna untuk jenjang karirmu. Peluangmu untuk naik jabatan sebagai product manager, sangatlah tinggi. Kemampuan desain perlu kamu pahami agar memudahkanmu menulis microcopy dengan cara pikir ala desainer. 

Namun, jika kamu minimi pengalaman dalam mendesain produk, tenang saja. Kamu masih memiliki kesempatan untuk bekerja menjadi seorang UX Writer. Kamu dapat menarik perhatian pewawancara dengan menjelaskan bahwa desain produk adalah salah satu skill yang sedang kamu kembangkan.

Kamu cukup menjadi diri sendiri untuk mendapatkan pekerjaan sebagai seorang UX Writer. Cukup menunjukkan bahwa kamu memiliki beberapa keahlian dan potensi yang dapat kamu kembangkan. 

Kamu juga bisa menunjukkan bahwa kamu belajar (learning) dengan mengikuti

  • pelatihan atau training UX Writing;
  • UX Writing online course;
  • membaca buku-buku UX Writing dari dalam dan luar negeri;
  • membaca artikel UX Writing;
  • dll.

3. Bagaimana Cara Kamu Memahami Masalah dan Mendapatkan Solusi untuk Pengguna?

Pewawancara ingin mengetahui apakah kamu memahami pentingnya tahapan riset dalam penulisan microcopy atau tidak. Sebagai seorang UX Writer, kamu perlu melakukan riset sebelum menulis microcopy. Riset membantu kamu memahami masalah yang sedang pengguna hadapi, berikut solusi yang mereka butuhkan. Hasil dari riset tersebut membantumu untuk lebih berempati.

Kamu juga dapat menjawab pertanyaan ini dengan menjelaskan masalah-masalah pengguna ketika memakai produk digital. Identifikasi masalah tersebut lalu berikan solusi terbaik menurutmu.

4. Apa Proyek UX Writing Terfavoritmu?

Tujuan dari pertanyaan ini ada dua. Pertama, pewawancara ingin mengetahui bagaimana pengalaman kamu di perusahaan sebelumnya sebagai seorang UX Writer. Kedua, pewawancara ingin tahu bagaimana pengembangan keahlianmu sebagai seorang UX Writer.

Tentu satu proyek dengan proyek lainnya berbeda. Tiap proyek UX Writing memiliki dampak terhadap peningkatan keahlianmu. Proyek-proyek tersebut juga membantu kamu melatih soft skill seperti kolaborasi, negosiasi, dan komunikasi dengan anggota tim dalam pengembangan produk digital.

Jika kamu belum memiliki pengalaman menjadi UX Writer, kamu tetap dapat menjawab pertanyaan ini. Jelaskan bagaimana proses kamu belajar dalam meningkatkan keahlian, misalnya dengan dengan mengikuti

  • pelatihan atau training UX Writing;
  • UX Writing online course;
  • membaca buku-buku UX Writing dari dalam dan luar negeri;
  • membaca artikel UX Writing;
  • dll.

5. Bagaimana Cara Kamu Mengikuti Tren Industri Saat Ini?

Tren berubah dengan cepat di industri digital. Jika kamu melewatkan atau ketinggalan tren, skill dan perusahaan tempat bekerja dapat tertinggal dari kompetitor. Oleh karena itu, kamu perlu menjelaskan kepada pewawancara bahwa kamu mampu mengikuti tren.

Misalnya, dengan bergabung dalam forum atau komunitas UX Writer. Kamu perlu menunjukkan ketertarikan untuk terus belajar dan meningkatkan diri sebagai seorang UX Writer, termasuk mengikuti tren.

6. Apa Skill yang Menurut Kamu Penting untuk Bekerja sebagai UX Writer?

Ada beberapa skill yang dapat kamu sebutkan untuk menjawab pertanyaan ini:

  • Kolaborasi: seorang UX Writer bekerja dengan tim. Hasil microcopy-nya merupakan diskusi dengan anggota tim lain dan bagian dari riset. Seorang UX Writer harus mau mendengarkan masukan, menekan ego, dan berkomunikasi dengan anggota tim secara efektif.
  • Data: seorang UX Writer perlu bekerja dengan data, alih-alih intuisi saja. Kamu harus dapat menjelaskan data apa saja yang melatarbelakangi keputusan-keputusan tersebut. Selain itu, kamu perlu mempertanggungjawabkan setiap microcopy yang akan kamu tulis.
  • Writing: aktivitas utama seorang UX Writer adalah menulis. Oleh karena itu, kamu harus memiliki kemampuan menulis yang baik.

7. Bagaimana Proses Kamu Menjadi Seorang UX Writer?

Pewawancara ingin mengetahui bagaimana prosesmu mengembangkan diri sebagai seorang UX Writer. Kamu perlu memahami tanggung jawab dan kualifikasi seorang UX Writer. Walaupun, belum memiliki pengalaman sebagai UX Writer, kamu dapat menjabarkan bagaimana pandanganmu tentang UX Writing.

Kamu bisa memberikan penilaian terhadap microcopy produk digital dari perusahaan yang kamu lamar. Lalu, kamu memberikan masukan sesuai dengan pendapatmu. Jelaskan juga bahwa kamu memiliki pengalaman atau kemampuan menulis.

Akhir kata, gimana, kamu siap untuk mencari lowongan kerja UX Writer?

SHARE ON:
Pengajar kami
Jane Palash Senior Content Designer at Shopify
Himawan Pradipta Lead UX Writer at Flip