fbpx

Diskon spesial tahun baru imlek
Tas aman. Belajarlah dengan tenang!

40%OFF

timer
00
00
00
00
BLOG

Tips dan Kesalahan dalam Perubahan Karir yang Harus Kamu Hindari

Apakah kamu saat ini sedang mencari lowongan kerja melalui jobstreet?

Apakah kamu ingin berkarir yang lebih menantang?

Atau, apakah kamu membutuhkan pekerjaan yang sesuai dengan passion-mu dengan pendapatannya lebih besar?

 

 

Sebenarnya, ribuan orang di luar sana juga melakukan hal yang sama, loh! Bahkan, ada jutaan orang yang mengalami pemutusan hubungan kerja akibat pandemi covid-19. Alhasil, mereka yang terdampak ini juga ikut mencari lowongan kerja baru.

Buat kamu yang sedang mencari lowongan kerja baru, baik fresh graduate maupun yang berpengalaman. Yuk, simak tulisan ini sampe akhir untuk membantumu memilih karir yang tepat!

Apa itu karir?

Karier (bentuk baku dari karir) adalah perkembangan dan kemajuan dalam kehidupan, pekerjaan, jabatan, dan sebagainya. Karir juga memiliki arti lain sebagai jenjang dalam pekerjaan. Mengembangkan karir artinya mengalami peningkatan dalam pekerjaan. Misalnya, dari status officer menjadi supervisor.

Mengembangkan diri dan karier adalah impian dari banyak orang. Mendapatkan kenaikan jabatan, peningkatan gaji, sampe tambahan tunjangan, adalah beberapa contohnya. Jika kamu ingin menggapai cita-cita dan ambisi, kamu perlu melakukan evaluasi terhadap karirmu. 

Perubahan karir

Apakah kamu juga merasakan pengalaman berikut ini?

Kamu melihat beberapa hal melenceng jauh dari harapanmu. Kamu merasa kurang berkembang, atasan kurang memberi apresiasi, dan kenyamanan bekerja di perusahaan mulai sirna. Lalu, kamu menyadari bahwa bertahan adalah pilihan yang buruk. Risikonya, karirmu jadi mandek dan kamu mulai rajin mencari info lowongan pekerjaan lain.

Nah, jika kamu mengalami hal ini, coba kamu pikir-pikir lagi! Ada banyak pertimbangan yang harus kamu lakukan sebelum mengubah karir.

  • Apakah kamu senang dengan pekerjaanmu sekarang?
  • Jika ada ketidakpuasan, apakah cukup dengan pindah perusahaan?
  • Atau, kamu harus mengubah karir?
  • Bagaimana, jika ternyata karir yang baru lebih sulit lagi untukmu berkembang?

Bisa jadi, kamu hanya kekurangan motivasi aja untuk bekerja. Mungkin, kamu kelelahan karena beban kerja yang terlalu tinggi. Atau, mungkin kamu sudah lama belum cuti?

Jika setelah melakukan evaluasi mendalam dan kamu masih kurang merasa puas, mari mulai rencanakan perubahan karirmu. Saat kamu berani mengambil risiko, kamu dapat menemukan peluang-peluang baru yang lebih baik. 

Berikut ini adalah beberapa tips jitu yang bisa kamu lakukan untuk perubahan karir.

 

Baca Juga: UI/UX Designer

 

     1. Identifikasi keahlianmu

Apakah saat ini kamu bekerja di restoran fast food seperti McD atau KFC?

Apakah kamu senang bertemu dengan banyak orang dan memberikan pelayanan?

Nah, jika “iya” jawabanmu. Kamu bisa banting setir menjadi pegawai bank, loh! Misalnya, dengan mengikuti management development program di bank-bank BUMN atau swasta.

Langkah selanjutnya, cari tahulah apa aja kelebihan dan kekuranganmu. Identifikasi keahlianmu dan temukan karir baru yang sesuai. Kamu juga bisa memeriksa lowongan pekerjaan di jobstreet, jobsdb, atau yang lain, dari perusahaan yang membutuhkan karyawan baru. Cek apakah kriteria itu sesuai dengan skill-mu atau masih belum. Jika kamu melihat peluang, mari segera rencanakan perubahan karirmu.

     2. Raih kestabilan finansial

Karir yang baru belum tentu menjamin kebutuhanmu. Pendapatanmu bisa aja naik drastis, bisa juga terjun bebas. Langkah bijak yang bisa kamu lakukan adalah dengan menghitung pengeluaran dan kebutuhan bulananmu. Cari tahu rentang gaji yang perusahaan menawarkan lowongan kerja itu. Apakah gajinya masih di bawah gajimu yang sekarang atau malah sebaliknya? Lalu, pertimbangkan kembali dengan matang rencana perubahan karirmu!

Kamu juga bisa membuat target dulu untuk pekerjaan barumu. Terutama, mengenai berapa lama waktu yang kamu butuhkan untuk naik gaji. Beserta, waktu yang kamu butuhkan untuk naik ke posisi yang lebih tinggi di pekerjaan barumu.

Hindari untuk berhenti dari pekerjaan lamamu sebelum kamu mendapatkan pekerjaan baru. Orang yang masih memiliki pekerjaan memiliki daya tawar lebih tinggi daripada pengangguran. Perhatikan juga aturan pindah kerja di tempat kerjamu saat ini. Beberapa perusahaan memberlakukan one month notice atau two month notice

     3. Pelajari hal baru

Apakah kamu punya waktu luang lebih banyak karena di rumah aja saat pandemi?

Apakah kamu punya keinginan untuk mengubah karir?

Nah, jika “iya” jawabanmu. Yuk, pelajari hal-hal baru lewat webinar, kursus, bootcamp, hingga sekolah jarak jauh!

Kamu bisa mendaftarkan diri untuk mengikuti online course di bidang IT atau yang kamu sukai. Dalam waktu 2-3 bulan aja, kamu bisa menguasai skill baru dan mulai bersiap untuk pindah karir. 

Saat ini, ada banyak sekali platform yang menawarkan kursus singkat untuk mempelajari hal-hal baru, mulai dari bidang IT, digital marketing, hingga bisnis. Kamu juga dapat belajar dengan sistem jarak jauh dengan harga terjangkau! 

     4. Jual aset berharga

Apakah kamu telanjur keluar dari pekerjaan lama?

Apakah kamu gagal mendapatkan pekerjaan baru?

Nah, jika mengalami hal ini, kamu bisa menjual asetmu sebagai solusinya! Misalnya, perhiasan atau kendaraan. Nanti, ketika mendapatkan pekerjaan baru, kamu bisa mengumpulkan atau membeli aset kembali sebagai bentuk investasi. 

     5. Riset lowongan kerja

Sebelum pindah ke industri yang baru, lakukan riset dulu mengenai lowongan kerja yang tersedia. Bila kamu ingin pindah kerja ke bank, cari tahu peluang kerjanya. Apakah permintaan sumber daya di industri perbankan tinggi? Apakah BRI, BNI, atau Mandiri selalu membuka lowongan kerja? Jika rendah keuntungan atau gajinya, pertimbangkan untuk mengubah industri tujuanmu.

Atau kamu mau mempertimbangkan bekerja di perusahaan otomotif? Bisa banget! Perusahaan seperti Astra, Honda, dan Yamaha bisa jadi pilihanmu. Oh, ya, kebutuhan sumber daya di startup juga tinggi, loh! Cek aja lowongan kerja di Gojek, Shopee, Tokopedia, atau perusahaan start up lainnya. Pelajari kriteria lowongan kerja yang mereka cari, ya! 

     6. Tunjukkan kemampuanmu

Mulai tunjukkan personal branding-mu melalui Linkedin, Jobstreet, Ekrut, hingga Jobsdb. Lalu, buatlah CV yang menarik untuk menunjukkan keahlian dan pengalamanmu. Berikan alasan mengapa mereka (perekrut) harus memberi kamu kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan tersebut. Jalinlah koneksi dengan orang-orang dari industri baru yang kamu tuju lewat Linkedin. Lalu, add mereka dan sapalah dengan bahasa yang sopan. Tunjukkan bahwa kamu kompeten dan memiliki ketertarikan dengan perusahaan mereka.

     7. Hindari sikap perfeksionis

Untuk memasuki industri yang baru, mulailah melamar segera tanpa harus menunggu skill-mu mencapai 100%. Ingat, kamu adalah orang yang ingin mengubah karir. Wajar jika kamu masih belajar dalam meningkatkan kemampuanmu.

 

Baca Juga: Startup vs Corporate

 

2 kesalahan dalam perubahan karir yang harus kamu hindari

Ada beberapa kesalahan yang sering dilakukan banyak orang, ketika melakukan perubahan karir. Sebaiknya, kamu perlu menghindari 2 kesalahan berikut ini.

     1. Berhenti dari pekerjaan lama hanya karena bosan

Jika kamu berhenti kerja karena bosan, kamu juga bisa bosan di pekerjaanmu yang baru. Tiap-tiap pekerjaan memiliki potensi menjadi aktivitas yang membosankan. Faktor “bosan” perlu kamu buang jauh-jauh sebagai alasan untuk mengubah karir. Ingat! Setiap pekerjaan di dunia ini memiliki kekurangan. Kamu perlu berhati-hati dalam mempertimbangkan perubahan karirmu.

     2. Mengira akan langsung sukses setelah mengubah karir

Kamu boleh percaya diri dan yakin untuk mengubah karir. Namun, belum tentu kamu akan langsung sukses di bidang itu. Ingat! Kamu juga memiliki pesaing, yaitu para pencari kerja lainnya. Mereka mungkin memiliki keahlian lebih banyak dengan jam kerja lebih tinggi daripada kamu.

Jadi, kamu harus dapat berpikir realistis, ya! Bisa jadi, kamu membutuhkan waktu lebih lama untuk mengembangkan karir di pekerjaan baru, dibanding dengan bidang pekerjaan lama.

Sudah siap mengubah karirmu? IT bisa menjadi salah satu bidang pilihan karir barumu, loh! Kamu cukup belajar intensif lewat online course selama tiga bulan. Pada bulan keempat, kamu sudah siap mendapat pekerjaan baru.

SHARE ON: