BLOG

Wawancara dengan QA Engineer di Quipper Marcellina Yoanita Chrisdiani

Perkembangan dunia digital yang pesat selama 10 tahun terakhir melahirkan profesi-profesi baru. Salah satunya adalah QA engineer. Sesuai dengan namanya, tugas QA engineer adalah memastikan kualitas sebuah produk. 

Ingin tahu cerita di balik layar tentang QA engineer? Yuk, baca obrolan kami bersama Marcellina Yoanita, QA engineer di Quipper.

Kapan pertama kali kamu menyadari mau menjadi Software QA Engineer? Bagaimana kamu memulai karir?

Waktu semester akhir kuliah, ketika seorang kakak kelas menceritakan pekerjaannya sebagai QA engineer. Cerita itu membuat saya tertarik. Soalnya, bekerja sebagai QA engineer tak perlu skill expert dalam pemrograman dan algoritma. Setelah lulus kuliah, saya langsung melamar ke perusahaan yang membuka lowongan sebagai QA engineer. Saya mendapat pekerjaan pertama sebagai software tester engineer di IDEMIA tahun 2016 akhir.

Apa challenge terbesar yang pernah kamu hadapi selama bekerja?

Membuktikan bahwa ide saya bisa meningkatkan efisiensi proses bekerja. Saya harus melakukan pengumpulan informasi dan mencoba mengimplementasikannya untuk diri sendiri. Lalu, mencoba menjelaskan kelebihan dari proses yang saya sarankan tersebut.

Apa tipe project yang paling nyaman kamu kerjakan?

Saya nyaman untuk mengetes produk yang berupa aplikasi mobile atau website. Pertama kali saya melakukan pengetesan mobile dan website saat bekerja di Klikdokter.

Saya juga sangat nyaman dan bersemangat untuk bisa terlibat dalam proses development. Saya dapat meningkatkan kemampuan untuk menganalisis dan memberikan ide atau masukan sampai produk rilis. Memiliki rasa kesenangan tersendiri saat produk yang dipersiapkan dapat rilis dengan baik.

Beritahu kami tentang project yang paling kamu banggakan dan kenapa?

Implementasi CircleCI untuk menjalankan test automation di Quipper. Ini pertama kalinya saya melakukan konfigurasi dengan CircleCI. Saya harus mengetahui bagaimana cara mengimplementasikan Cypress untuk bisa dijalankan di circleCI. Sehingga, tim kami bisa menjalankan tes dan mendapatkan hasil dari tes tersebut setiap hari.

Apa yang momen paling signifikan dalam karir kamu?

Sekarang saya bekerja sebagai QA yang fokus dalam test automation. Dalam awal tim automation dibuat, hanya ada 2 orang. Kami berhasil untuk membuat kurang lebih 100-an tes skrip dan implementasi dengan continuous integration tools dalam waktu 3 bulan. Kondisinya saya dan rekan baru pertama kali menggunakan Cypress dalam pembuatan test script automation.

Apakah mungkin untuk memulai software testing jika tidak berkuliah?

Ya dan tidak. Sekarang ini banyak website yang menyediakan pekerjaan freelance untuk software testing. Untuk memulainya, kita tidak terlalu perlu gelar tapi butuh kemampuan dalam testing. Bisa juga dengan mengikuti seminar-seminar atau kursus yang dapat meningkatkan kemampuan terkait dengan software testing. Jika ingin memulai karir di sebuah perusahaan, saat ini masih ada perusahaan yang memiliki minimal pendidikan untuk bisa mengikuti seleksi sebagai karyawan.

Menurut kamu, kemampuan apa yang penting dalam software testing?

Analisis dan komunikasi. Seorang software testing harus memiliki kemampuan analisis yang baik dalam memahami dokumen requirement. Saya juga harus bisa memposisikan atau memiliki gambaran terkait bagaimana kebiasaan user dalam menggunakan produk aplikasi tersebut.

Sebagai Qa engineer, kita juga harus bisa menyampaikan masukan apalagi terkait isu yang ditemukan. Kita juga harus melakukan pendekatan supaya isu tersebut dapat diterima dan diperbaiki.

Apa nasihat terbaik yang kamu bisa berikan untuk pemula?

Jangan takut untuk mencoba. Mulai belajar dari teori dan lanjut ke praktik akan membuat kita lebih cepat mengerti dengan tugas-tugas yang ada. Dengan mencoba langsung teori yang diberikan, membuat kita semakin memahami dan bisa lebih meningkatkan kemampuan.

Kenapa kamu mau membagikan pengalaman ke QA engineer pemula?

Saya sangat senang bisa membagikan pengalaman kepada orang-orang yang tertarik dalam dunia QA. Karena, cukup sulit untuk mendapatkan informasi-informasi tentang QA pada awal saya memulai karir. Kebanyakan informasi tentang QA hanya ada dalam bahasa Inggris. Jadi, adanya informasi dalam bahasa Indonesia saya harap para pemula dapat lebih memahami konsep dari proses QA.

Bagaimana pendapat kamu setelah membaca obrolan kami? Apa kamu tertarik menjadi QA engineer?

 

SHARE ON:
Pengajar kami
Marcellina Yoanita Chrisdiani QA Engineer di Quipper
Windiany Lestari Sitorus Test Engineer di Bukalapak
Idris Ardi Software Quality Assurance di tiket.com